Senin, 07 Oktober 2013

Pembelajaran Kreatif Anak Usia Dini Melalui Musik


I.      Pentingnya Musik untuk Anak Usia Dini

Kepekaan akan suara dimulai sejak dalam kandungan. Menurut para ahli, bayi di uterus sejak memasuki bulan keempat atau kelima mulai bereaksi terhadap suara, baik suara di dalam tubuh maupun dari luar kandungan. Memperdengarkan musik atau suara lain yang menyenangkan bagi bayi yang masih di dalam kandungan ternyata bisa menstimulasi sistem pendengaran mereka dan berpengaruh positif pada respons mereka terhadap musik dan suara-suara lain setelah mereka lahir.
            Jauh sebelum anak-anak mampu mengucapkan kata-kata yang dapat dimengerti, orang tua bisa memperkenalkan inti komunikasi dan hubungan sosial kepada mereka dengan cara mendukung serta mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan berbahasa. Karena kepekaan akan musik dan unsur-unsurnya (ritme, pitch (tinggi rendahnya nada) dan timbre (warna suara)) berkembang dengan kecepatan yang sama seperti berbicara, musik dapat menjadi alat bantu yang ampuh untuk mengembangkan kepekaan akan suara dan keterampilan berbahasa. Kecepatan anak-anak menghafal lagu-lagu populer dan jingle-jingle iklan di TV menunjukkan manfaat menggabungkan musik dengan bahasa verbal maupun nonverbal. Tanpa kita sadari musik dapat membantu kita semua, baik anak-anak maupun dewasa, untuk menyimpan sejumlah besar informasi.
            Sebagai kekuatan dahsyat yang sering dianggap “biasa” bahkan tidak penting, musik dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, diantaranya:
1.    Musik sebagai motivator (contoh lagu-lagu perjuangan, lagu mars, dsb),
2.   Musik sebagai pembantu pola belajar,
3.   Musik membantu mengatasi kebosanan,
4.   Musik sebagai penangkal kebisingan eksternal yang mengganggu,
5.   Musik mampu menstimulasi pikiran, mengaktifkan emosi, serta menyingkirkan keheningan yang kaku,
6.   Musik sebagai mendorong terjadinya percakapan sosial, membantu membangun dan mengembangkan hubungan antar pribadi,
7.   Musik sebagai sarana ritual keagamaan (contoh seperti musik tradisi di Bali),
Dan lain sebagainya.

            Musik adalah bahasa universal. Apa pun latar belakang kita, musik mampu menjembatani perbedaan budaya dan perbedaan-perbedaan lainnya. Inilah pentingnya kita mengajarkan bahasa universal ini pada anak. Musik memiliki nilai positif yang membantu perkembangan anak sejak dini. Berikut ini beberapa alasan perlunya memperkenalkan atau mengajarkan anak bermain musik:

1. Meningkatkan kemampuan otak anak
Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendengarkan berbagai macam suara (khususnya musik), sepanjang tahun pertama, akan menstimulasi otak mereka untuk membentuk berbagai macam “koneksi suara”. Hal ini akan memudahkan mereka memperbanyak simpanan suara dalam hidup mereka selanjutnya. Memperkenalkan musik sedini mungkin terbukti meningkatkan keragaman, fleksibilitas dan daya tahan koneksi saraf tersebut, terutama di bidang matematika, bahasa dan logika.
“Semakin banyak penelitian yang memperlihatkan hubungan antara pencapaian akademik yang tinggi pada anak-anak yang belajar bermain musik,” kata ahli musik anak-anak, Meredith LeVande. “Musik menstimulasi bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan membaca, matematika, dan perkembangan emosi,” katanya.

2. Meningkatkan daya ingat
Musik dapat membantu meningkatkan daya ingat anak. “Riset memperlihatkan bahwa berpartisipasi dengan musik di usia dini bisa membantu meningkatkan kemampuan belajar anak dan ingatannya dengan merangsang pola-pola yang berbeda pada perkembangan otaknya,” ujar Maestro Eduardo Marturet, seorang konduktor, komposer, dan direktur musik di Miami Symphony Orchestra
Anak yang belajar musik baik secara langsung atau dari media lain cenderung belajar berpikir secara kreatif dan memecahkan masalah dengan cara membayangkan berbagai alternatif solusi yang ada. Terdapat pula hubungan yang sangat erat antara musik dan daya nalar spasial (spatial intelligence – kemampuan untuk menangkap informasi tertentu dengan cepat dan dapat membuat gambaran secara mental atas hal-hal yang dilihat).

3. Membantu anak bersosialisasi
 “Secara sosial, anak-anak yang terlibat dalam grup musik belajar kemampuan penting dalam kehidupan seperti bagaimana berempati dengan orang lain, bagaimana bekerja sama dalam tim, dan menghargai orang lain,” kata Marturet, yang juga mengelola program MISO Young Artist di Florida Selatan, yang membuka ruang bagi musisi muda untuk meningkatkan kemampuan musikal mereka.

4. Meningkatkan kepercayaan diri.
Dengan membantu anak-anak mengembangkan harga diri secara positif, berarti membantu menumbuhkan rasa tanggungjawab, kemandirian, dan kemampuan untuk mengontrol diri secara positif dan sehat (yakni percaya akan kemampuan diri sendiri, mampu mengandalkan diri sendiri). Dengan menggunakan musik dan suara dalam berbagai cara yang kreatif, para orangtua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan identitas diri yang sehat, yang membentuk harga diri positif sejak awal. “Mereka menemukan bahwa mereka bisa mengembangkan kemampuan dirinya sendiri, dan mereka merasa semakin membaik,” ujar Elizabeth Dotson-Wetstphalen, seorang guru musik.

5. Meningkatkan kesabaran
Ketika bermain musik di sebuah band atau orkestra, seorang pemain harus mampu menunggu giliran memainkan musik ataupun memainkan alat musiknya sesuai dengan porsi kebutuhan musik itu sendiri, jika tidak maka seluruh susunan musik akan hancur. Inilah yang mengajarkan anak untuk melatih kesabaran mereka, termasuk ketika dituntut kesabarannya saat mempelajari partitur musik sebuah lagu baru. 



6. Membantu anak terhubung dengan orang lain
Musik bisa sangat membantu anak untuk lepas dari kecemasan hidupnya, membuat mereka lebih bersemangat dan terhubung dengan orang lain. Bahkan dampak musik akan dapat membentuk jiwa anak yang akan berlanjut untuk memiliki rasa empati, peduli, kelembutan sikap dan kehidupan yang seimbang.

7. Mengajarkan cara belajar yang konstan
Belajar musik menurut para ahli mendorong anak untuk terus belajar. Semakin mengetahui musik maka akan semakin mendorong anak untuk tak berhenti untuk mencari pengetahuan. Latihan atau pendidikan musik pada usia dini akan sangat membantu perkembangan pada bagian otak tertentu yang digunakan untuk mempelajari bahasa dan daya nalar.

8. Bentuk ekspresi yang terbaik
Musik merupakan sarana yang efektif untuk mengungkapkan ekspresi seseorang. Banyak orang melakukan cara yang salah atau berkata terus-menerus untuk mengungkapkan atau mengekspresikan dirinya. Namun anak yang belajar musik tak perlu melakukannya. Mereka bisa mengekspresikan dirinya lewat musik. Dengan demikian, pendidikan musik dapat menjadi sarana pendidikan afektif untuk menyalurkan emosi dan ekspresi anak. Selain itu, pendidikan musik dapat menjadi pendidikan keterampilan. Jadi secara konseptual, pendidikan musik sangat besar peranannya bagi proses perkembangan anak.

9. Mengajarkan disiplin
Untuk meningkatkan kemampuan bermusik, anak akan diajarkan untuk berdisiplin. Hal ini terjadi ketika mereka diajarkan bahwa jika memang ingin mencapai kemampuan musik tertentu, mereka harus mengikuti kelas atau kursus bermusik yang memiliki sejumlah tahap. Dengan mengikuti ini saja, anak diajarkan untuk disiplin.

10. Mendorong kreativitas
Memainkan musik akan mengajarkan anak untuk lebih kreatif. Sebuah sikap yang sangat bagus untuk perkembangan pikiran, tubuh, dan jiwa. pendidikan musik merupakan sarana yang paling efektif bagi pendidikan kreativitas anak baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Biarkan anak untuk mengekspresikan dirinya melalui musik. Karena dengan musik maka akan tercipta hal-hal baru pada diri anak.

Pada dasarnya semua karya lagu/musik itu baik dan memiliki nilai estetis tersendiri, namun musik seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak? Berikut ini beberapa kriteria musik yang mampu menstimulasi tumbuh kembangnya anak, diantaranya:
1.    Memiliki melodi menyenangkan, menarik, dan menggembirakan,
2.  Memiliki lirik yang positif, mendidik (memiliki nilai edukasi) dan membangkitkan semangat,
3.   Memiliki ritme dan ketukan yang teratur,
4.   Memberi inspirasi anak untuk bergerak, meloncat ataupun menari.
5.   Musik yang sederhana dan sering mengalami pengulangan, mampu merelaksasi anak (kompleksitas pada musik sangat relatif),
6.   Musik-musik klasik, beberapa penelitian telah dilakukan dalam pembuktian manfaat musik klasik bagi kesehatan, terutama untuk kecerdasan otak anak. Salah satunya adalah Don Campbell, seorang musisi sekaligus pendidik, bersama Dr. Alfred Tomatis, seorang psikolog, mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Dalam hal ini musik klasik terbukti dapat meningkatkan fungsi otak dan intelektual manusia (khususnya anak) secara optimal.
7.   Musik tradisional (musik rakyat/lagu daerah), pada umumnya isi dari syair/liriknya memuat nasehat-nasehat positif tentang kehidupan. dan melodi lagu umumnya memiliki identitas yang mencirikan budaya musik daerah asal lagu tersebut, sehingga musik rakyat dapat menjadi jembatan dalam memperkenalkan anak pada budaya lokal Indonesia.


II.  Mengintegrasikan Musik dalam Pembelajaran PAUD

Seperti kita ketahui bersama bahwa musik mempengaruhi perasaan seseorang. Musik digunakan untuk menciptakan suasana hati, untuk membuat kita senang, menikmati gerakan dan menari, memberi semangat, membantu untuk relaksasi dan fokus terhadap sesuatu. Musik memiliki kekuatan dan keajaiban yang luar biasa bagi ekspresi personal setiap manusia dalam kehidupannya, musik mendukung terciptanya atmosfir dalam berbagai pengalaman-pengalaman penting.
            Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat menyadari dan secara intensif mulai menggunakan keajaiban-keajaiban yang diciptakan oleh musik. Para ilmuwan/Peneliti dunia Barat banyak melakukan penelitian dalam mengembangkan pengetahuan analitik mengenai musik. Penelitian ini mendukung terhadap apa yang kita ketahui; Musik secara luar biasa memberi dampak positif dalam meningkatkan kemampuan belajar dan kehidupan.
Penelitian ini juga memberi arahan dalam penggunaan musik, khususnya aplikasi pada kegiatan belajar di kelas. Penggunaan media musik akan menciptakan atmosfir dan meningkatkan aktifitas belajar mengajar yang lebih baik. Ditambah, dengan menggunakan musik membuat kegiatan belajar lebih menarik dan menyenangkan. Musik adalah salah satu hal menyenangkan dalam hidup, dan akan sama menyenangkannya dalam proses belajar.
Musik dapat membantu dalam proses belajar karena dapat:
1.     Menguatkan aktifitas pembelajaran secara positif
2.    Menciptakan atmosfir yang lebih baik
3.    Membangun resolusi
4.    Memberi semangat dalam aktifitas belajar
5.    Merubah pola pemikiran (kearah yang positif)
6.    Memfokuskan konsentrasi
7.    Meningkatkan atensi/perhatian terhadap materi belajar
8.    Meningkatkan kemampuan mengingat
9.    Memfasilitasi pengalaman multisensorik
10.  Mengurangi ketegangan membantu relaksasi
11.   Menciptakan imajinasi kreatif
12.  Memberi inspirasi dan motivasi
13.  Memberikan elemen “kesenangan”

Bagaimana langkah spesifik agar musik dapat digunakan di dalam kelas?
Terdapat 3 cakupan pengajaran dimana dengan mengintegrasikan musik, pembelajaran dapat lebih efektif, diantaranya:
1.  Belajar Mengenai Informasi
Musik dapat digunakan untuk mengingat pengalaman belajar dan informasi. Dalam pembelajaran aktif (active learning experiences), musik mengaktifasi anak secara mental, fisik, emosi yang berdampak pada peningkatan pemahaman materi belajar. Sebagai contoh, ketika guru menceritakan suasana pedesaan atau indahnya sawah ladang, guru dapat memutar musik yang memiliki ciri khas nuansa pedesaan juga sebagai latar. Dengan demikian anak akan lebih mengapresiasi pengalaman imajinatifnya, dan secara emosional akan terbentuk suasana yang lebih dramatis dalam ruang imajinernya.
Selain itu beberapa lagu anak populer yang pernah diciptakan juga memuat serangkaian informasi. Informasi ini dikemas sebagai lirik dalam kesatuan melodi dan irama lagu. Dengan demikian anak akan lebih tertarik untuk mempelajari dan dapat dengan mudah mengingat ataupun menghafal informasi tersebut. Contohnya guru dapat mengajarkan rangkaian abjad dengan mengenalkannya lagu anak “ABC” dan lain sebagainya.
2.  Atensi, Prilaku dan Atmosfir
Dengan memutar musik ataupun mengajak bernyanyi bersama pada saat anak akan masuk dan keluar kelas, akan menambah atensinya terhadap pelajaran yang diterima, dan secara otomatis atmosfir belajar akan tercipta. Musik memberi lingkungan yang positif untuk anak berinteraksi, berkomunitas dan bekerjasama. Dengan menyanyikan lagu “ritual” selamat datang atau sampai jumpa bersama-sama, ataupun aktifitas musik secara berkelompok lainnya dapat membangun pengalaman berkomunitas yang baik pada anak.
3.  Ekspresi Personal
Mendengarkan musik sebagai latar berguna dalam menstimulasi ekspresi personal seorang anak dalam kegiatan menulis, seni, gerak/tari, dan lain sebagainya. Memutar musik solo piano baik lagu klasik ataupun pop, akan membantu anak menjadi lebih fokus dalam kegiatan menggambar, mewarnai ataupun menulis dalam waktu yang lama, dibandingkan tanpa mendengarkan musik. Dalam beberapa penelitian, seorang anak yang diperdengarkan musik mampu membuat tulisan dua kali lebih panjang daripada tanpa diperdengarkan musik.
                 Mengajak anak untuk membuat musik sederhana ataupun bunyi-bunyian juga dapat mengembangkan intelegensi anak. Hal ini dikarenakan proses internal anak bekerja dalam mengolah irama ataupun nada. Selain itu, menulis lagu sederhana juga mampu membantu anak dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.
Pada tahun 1983, Howard Gardner, seorang profesor psikologi Universitas Harvard memperkenalkan teori “Multiple Intelligence” (Kecerdasan Majemuk) setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. Dalam teorinya beliau mengatakan bahwa kecerdasan seseorang bukanlah bersifat tunggal, namun memiliki kemajemukan dengan bentuk yang berbeda-beda. Kecerdasan itu dikenali sebagai kecerdasan: visual-spasial, linguistik, logikal-matematik, kinestetik-tubuh, interpersonal, intrapersonal, musikal dan naturalis.
            Kecerdasan musikal anak dapat dikembangkan bila pemanfaatan musik dimasukkan kedalam kurikulum dan digunakan dalam pembelajaran. Semakin anak mendengarkan banyak musik, semakin dia memiliki kemampuan untuk merespon berbagai momen musikal. Sebagai pengajar musik dan praktisi, penulis berpendapat bahwa bila seorang anak mendengar semakin banyak musik dari berbagai jenis musik, semakin mereka mampu memahami, mengapresiasi dan menikmati musik lebih baik. Dari hal tersebut, penulis dapat berkata bahwa metode mengintegrasikan musik dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan efektifitas proses belajar, namun juga berkontribusi dalam mengembangkan kecerdasan musikal.
            Dari tulisan ini, mungkin kita mendapatkan ide yang menarik. Namun bukan tidak mungkin ada hal yang tidak sesuai dengan gaya mengajar kita. Intinya, dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran kita tidak harus menggunakan/menyajikan musik secara kreatif terus-menerus di dalam kelas.  Bahkan satu teknik pemanfaatan musik saja mampu memperkaya dan meningkatkan efektifitas proses belajar. Integrasikanlah musik dalam pembelajaran dengan teknik yang dirasakan cocok dengan gaya mengajar kita. Ketika kita sudah cukup mahir dalam menginetgrasikannya, maka cobalah mengeksplorasi metode lainnya. Antusiasme dan respon positif anak akan menjadi petunjuk keberhasilan kita dalam mendidik dan mengajar.
Selamat bereksplorasi dan temukanlah keajaiban-keajaiban dalam bermusik! ^_^

KEPUSTAKAAN
Bowman, Cecilia. (1995), 101 Music Games for Children: Fun and Learning with Rhythm and Song, Panta Rhei, Alamada CA.

Brewer, Chris. (1995), Music and Learning: Integrating Music in the Classroom, LifeSounds, Tequesta, Florida.

Campbell, Don. (2001), Efek Mozart Bagi Anak-Anak, terjemahan Alex Tri Kantjono Widodo, PT. Gramedia, Jakarta.

Marianto, M. Dwi. (2006), Quantum Seni, Dahara Prize, Semarang.

Ortiz, John M.. (2002), Menumbuhkan Anak-Anak yang Bahagia, Cerdas dan Percaya Diri dengan Musik, terjemahan Juni Prakoso, PT. Gramedia, Jakarta.

Rasyid, Fathur. (2010), Cerdaskan Anakmu dengan Musik, Diva Press, Yogyakarta.

Salim, Djohan. (2009), Psikologi Musik, Best Publisher, Yogyakarta.



Scholes, Percy A. (1970), The Oxford Companion to Music, Oxford University Press, New York.

        
      (Tulisan ini merupakan salah satu materi seminar yang disampaikan oleh R.M. Aditya Andriyanto, S.Pd, M.Sn selaku pembicara pada JAMBORE HIMPAUDI NASIONAL yang diadakan pada tanggal 2-3 September 2013 di TMII, Jakarta)

Jumat, 04 Juni 2010

Kesenian Indonesia - Antara Bangga dan Prihatin



Kesenian Indonesia dalam “Arena Perjuangan”
Bangsa Indonesia adalah bangsa luas dan besar yang memiliki sekitar 17.000 buah pulau-pulau besar dan pulau-pulau kecil dari Sabang di Sumatera sampai Merauke di Papua. Bangsa Indonesia juga memiliki sekitar 300 suku bangsa atau etnik dengan berbagai budaya dan adat istiadat yang berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya.
Sungguh hal yang demikian adalah merupakan suatu karunia Allah SWT yang tak terhingga nilainya. Sebagai bangsa Indonesia kita harus bersyukur, karena hal tersebut merupakan suatu potensi dan kekuatan yang luar biasa bilamana dikelola dengan baik dan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia.
Mengenai upaya pelestarian kehidupan budaya berbasis lokal, masih ada segelintir seniman-seniman tradisi dari berbagai kebudayaan lokal Indonesia yang tak henti berupaya dengan gigih melestarikan dan mewariskan budaya Indonesia, sekalipun dukungan pemerintah minim dan kadangkala terpengaruh oleh tendensi-tendensi-tendensi global yang tak terkalahkan.
Namun dari uraian diatas, timbul pertanyaan besar, apakah di era globalisasi ini pelestarian budaya hanya cukup dilakukan segelintir seniman tradisi saja? apakah generasi muda lainnya hanya akan menjadi “turis” di negaranya sendiri? Apakah kebudayaan bangsa yang begitu beragam dan mempesona, pantas direlakan menjadi sejarah lampau yang menarik didongengkan untuk generasi berikutnya?
Bila kita runut kembali, sebagaimana perkembangan ilmu pengetahuan abad ke-20, perkembangan kebudayaan dunia yang kita capai saat ini merupakan hasil akumulasi yang telah dirintis oleh umat manusia sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu semenjak pertama kali manusia mencoba memecahkan misteri kehidupan yang mereka hadapi dan mereka alami dalam berinteraksi dengan alam sekitar dan alam semesta yang mempengaruhi nasib dan seluruh perjuangan hidupnya. Akumulasi peradaban membuahkan suatu kebudayaan nilai-nilai yang menjadi perangkat keberadaan mereka, diantaranya dalam bentuk ilmu pengetahuan dan kesenian.
Secara terus menerus, budaya mengalami transformasi. Manusia sebagai pelaku seni selalu bepergian dari suatu tempat ketempat lain dan bersama dirinya mereka membawa dan menerima pengaruh-pengaruh artistik yang berbeda-beda. Berbagai perubahan dan konflik yang terjadi sepanjang waktu di masyarakat manapun akan meninggalkan jejaknya di dalam beraneka macam bentuk seni budaya.
Sementara itu, modernitas yang muncul sekarang mempunyai banyak konotasi. Kemajuan dalam ilmu dan teknologi mempunyai implikasi sosial dan budaya. Ketegangan peradaban modern dapat timbul dari usaha-usaha ilmu pengetahuan untuk mendominasi sistem sosial seluruhnya. Perubahan-perubahan sosial-ekonomi itu disertai pula dengan perubahan budaya. Demikian pula teknologi, implikasi dari dunia yang serba teknis adalah masyarakat menggunakan perhitungan-perhitungan yang serba rasional, sekular dan berorientasi pada efisiensi.
Tak dapat disangkal, seni merupakan arena pergulatan batin, konflik-konflik sosial, dan persoalan status dalam diri manusia, yang saling tarik-menarik secara lebih padat dibandingkan dengan ranah komunikasi sehari-hari. Jika seni dirasuki kepentingan ekonomi ataupun pengaruh aspek industrial, maka kehidupan budaya akan terganggu dan kita akan mendapati diri kita di dalam arena kehidupan yang diberi “label harga”, Mahal pula.
Dengan meningkatnya industri (terutama di kota-kota besar), Indonesia mengalami proses perubahan sosial-ekonomi tersebut. Kota-kota besar membentuk masyarakat yang sangat berbeda jauh dengan wilayah pedesaan. Keramahan dan keakraban yang ditunjukkan oleh desa dan kota kecil digantikan dengan keangkuhan kota. Maka tidak heran apabila kota besar (misalnya kota Jakarta) menimbulkan keterasingan dan membuat masyarakat semakin kaku.
Dibalik aspek industrial, ada juga aspek ideologis. Kesenian selalu bisa digunakan untuk melakukan propaganda. Pertempuran sejati yang berlangsung saat ini adalah memperebutkan siapa yang akan diperkenankan mengontrol citra dunia, yang dengan begitu akan dapat menjual gaya hidup tertentu, budaya tertentu, produk-produk tertentu, dan gagasan-gagasan tertentu. Bentuk konglomerasi budaya ini memang memiliki kekuatan yang sangat besar dan memiliki kapasitas untuk merakit produk-produk budayanya dalam jumlah besar dengan kontinuitas yang tinggi pula, dan mampu mendistribusikannya secara efektif keberbagai pelosok dunia.
Terkait dengan invasi propaganda budaya tersebut, dewasa ini banyak persoalan problematis eksistensi kebudayaan lokal Indonesia, hal ini terkait dengan ekstensi perkembangan budaya modern yang harus bergumul dan tarik-menarik pengaruh yang begitu dahsyat dengan progresi yang begitu cepat dan terus berubah seiring perkembangan industri teknologi dan komunikasi informasi, terlebih pada ibukota Jakarta.
Sementara itu, sekarang ini proses pengenalan dan interaksi pergaulan dunia telah pula menumbuhkan kebudayaan baru di Indonesia, yang bergerak menjauh dari kebudayaan Indonesia sendiri. Hal ini tentunya dikarenakan dampak terjadinya tarik-menarik pengaruh budaya industri, yang mengakibatkan kebudayaan lokal dapat terancam eksistensinya. Bahkan secara ekstrem generasi penerus kebudayaan lokal hampir “tidak terdeteksi”, generasi muda lebih menyukai budaya modern (dalam hal ini budaya barat). Sekarang ini peta seni pertunjukan tradisi hampir terasa punah atau hanya dilestarikan oleh “grup elit” untuk keperluan kepariwisataan semata.
Gaya hidup budaya modern yang dianut masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat ibukota Jakarta pada khususnya, merupakan wujud ketidakberdayaan kita menghadapi arus pergumulan interaksi antarbangsa yang semakin menyudutkan kita untuk bersikap lebih “menerima” dan menjadi pihak penyerap yang “kalah”, daripada menanamkan pengaruh budaya sendiri pada bangsa lain. Modernisasi dan globalisasi bisa mengakibatkan budaya-budaya tradisional tidak lagi mempunyai kesempatan untuk berkembang, bahkan perlahan semakin “tersapu bersih”. Yang pada akhirnya hanya menuntun manusia Indonesia kepada pendangkalan-pendangkalan dan pemiskinan budaya.
Realitas membuktikan bahwa pemuda saat ini telah banyak yang lupa dan tak acuh atas eksistensi budaya Indonesia. Kebudayaan asli yang arif dan luhur dipinggirkan, terkalahkan budaya barat yang serba instan. Jika dari para pemudanya tidak memahami dan menghargainya, sudah barang tentu kebudayaan bangsa menjadi hal yang rapuh dan lapuk termakan faktor internalnya. Negara lainlah yang akhirnya memanfaatkan potensi budaya kita.
Fakta menunjukkan deretan panjang budaya kita yang diklaim negara lain, terutama Malaysia. Sebelumnya, Negeri Jiran mengklaim batik, Reog Ponorogo, alat musik angklung, Hombo Batu, lagu daerah Rasa Sayange, Tari Folaya dan yang paling hangat dibicarakan adalah pengakuan budaya Tari Pendet. Kekayaan budaya Indonesia yang telah berabad-abad berinternalisasi dalam kehidupan masyarakat daerah, dengan instannya diakui sebagai budaya negara lain.
Akan tetapi, tindakan klaim ini sebenarnya bukan sepenuhnya salah negara tetangga. Sebagai bangsa yang arif, alangkah baiknya kita merefleksikan keadaan diri sendiri. Apa saja kesalahan bangsa ini sehingga kecolongan budaya seperti ini bisa terus terjadi? Dan, tentunya pemuda sebagai generasi harapan bangsa musti mengakui jika ini juga adalah bagian dari kesalahan mereka. Pemuda seharusnya tersadar, klaim budaya oleh bangsa asing adalah akibat ketidakpedulian pemuda Indonesia untuk merawat kebudayaan sendiri.
Bahkan pada kasus nyata lainnya karena kurang diperhatikannya budaya sendiri adalah hampir punahnya pementasan wayang orang dan kuda lumping di daerah suku Jawa. Hanya segelintir orang yang mau menyaksikan pertunjukan budaya itu. Ada lagi, sejak tahun 2003 di salah satu kabupaten di propinsi Lampung, mata pelajaran Tapis, seni menyulam tradisional masyarakat, dihapuskan kemudian diganti dengan mata pelajaran komputer. Ini menjadi bukti lemahnya kekuatan masyarakat daerah (khususnya generasi muda) untuk bangga pada budayanya sendiri.
Dan yang lebih ironis, beberapa sarjana, peneliti, seniman, dan budayawan asing, sebut saja Jaap Kunst, Colin McPhee, Dieter Mack, Jenifer Lindsay dan masih banyak yang lainnya kini telah mengabdikan dirinya untuk memberikan perhatian dan kontribusi yang tidak kecil bagi kekayaan budaya bangsa Indonesia sendiri. Mereka lebih dulu menyadari dan melihat begitu besarnya potensi budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Sayangnya, sebegitu jauhnya orang-orang asing ini mendalami, masih sangat sedikit perhatian diberikan ilmuwan dan sarjana-sarjana seni kita sendiri terhadap apa yang sesungguhnya secara budaya kita miliki. Sarjana-sarjana seni kita lebih suka menjadi “pemulung” pengetahuan yang tidak inspiratif dalam menggali dan melahirkan premis-premis baru pengetahuan budaya sendiri. Padahal sumber-sumber budaya yang kita ketahui begitu kaya itu memiliki potensi yang begitu besar bukan saja sebagai media pengembangan identitas diri dan nilai-nilai bangsa, tetapi potensial juga dapat mengungkapkan perwujudan sebenarnya manusia Indonesia dalam seluruh tata nilainya.

Bagaimana peran pemerintah dan masyarakat?
Persoalan kini adalah dibutuhkannya langkah yang jelas dan konkrit bagaimana menciptakan kepedulian, ketertarikan apresiasi dan mempelajari kesenian lokal sebagai upaya memahami dan melestarikan warisan nilai-nilai budaya Indonesia. Untuk meningkatkan apresiasi dan antusias masyarakat tentang kesenian dan rasa bangga terhadap hasil seni budaya bangsa masa lampau, warisan budaya berupa kesenian lokal (tradisional) perlu diselamatkan, dipelihara dan ditingkatkan peranannya, baik oleh pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terlebih partisipasi generasi muda itu sendiri. Untuk mencapai hal itu, memang bukan perkara mudah, namun setidaknya pelestarian dan pengembangan budaya sudah seharusnya ditindak-lanjuti lebih serius.
Langkah awal yang dapat ditempuh adalah prioritas jalur pendidikan yang mengarah kepada kesadaran akan budaya nasional pada setiap tingkat dari masyarakat. Jalur ini dapat terealisir optimal apabila pemerintah segera membuat rancangan undang-undang (RUU) tentang proteksi kebudayaan dan kurikulum muatan lokal. Pembuatan RUU ini tentunya harus melibatkan praktisi dan akademisi kebudayaan di Indonesia, agar konten dan bobotnya tetap memiliki kesesuaian dengan budaya asli Indonesia itu sendiri.
Pemerintah pun dapat membentuk Dewan Kebudayaan Nasional sebagai lembaga independen yang mewadahi perlindungan, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan nasional. Pusat-pusat kegiatan kesenian tradisi (misalnya kampung budaya) dan museum perlu pula ditingkatkan jumlahnya maupun fungsinya. Upaya ini diharapkan dapat mengangkat seniman-seniman tradisi yang selama ini “terpinggirkan” (tanpa bentuk eksploitasi didalamnya), serta dapat merevitalisasi partisipasi pemuda dalam bidang kebudayaan. Mengingat pemudalah yang harus bertindak sebagai ujung tombak pelestarian budaya Indonesia di masa mendatang. Dengan demikian, pembangunan mempunyai peranan besar dalam mempertahankan identitas negara Indonesia beserta nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Disadari pula bahwa kebudayaan nasional merupakan modal utama pariwisata, yang diharapkan mampu memberikan pengaruhnya baik kepada wisatawan maupun penduduk tuan rumah. Beberapa komponen yang menjadi perhatian wisatawan perlu untuk mendapatkan perhatian di dalam pemanfaatannya, sehingga terjadi satu revitalisasi dan perkembangan yang dinamis tanpa kehilangan identitasnya, dan bukan malahan lenyap tanpa bekas karena mendapatkan pengaruh negatif dari wisatawan. Keuntungan yang diperoleh misalnya makin tumbuh dan berkembangnya gaya dan jenis kesenian lokal sebagai akibat mendapatkan tambahan pengetahuan dan kreativitas untuk itu.
Tantangan era globalisasi (terutama perkembangan teknologi informasi) pun merupakan media yang dapat difungsikan oleh Bangsa Indonesia untuk mengelola budaya nasional menjadi go internasional. Sehingga masyarakat dunia mengetahui bahwa Indonesia itu luas dan budayanya beranekaragam. Indonesia tidak hanya pulau Bali, tetapi Indonesia ada Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua dan lainnya, walaupun Bali sudah menjadi trade mark pariwisata Indonesia.
Dengan beberapa langkah-langkah diatas, bangsa Indonesia diharapkan dapat menjadikan rasa nasionalisme sebagai semangat terhadap pembangunan bangsa dalam semua aspek kehidupan, mulai dari semangat pendidikan, semangat pengembangan ekonomi nasional, semangat pengembangan teknologi dan sebagainya, sehingga semangat nasionalisme ini menjadi dasar semua nafas dan gerak masyarakat Indonesia dalam melestarikan seni budaya bangsa.

(Postingan ini merupakan sebagian isi jurnal RM Aditya Andriyanto yang berjudul "LKB Saraswati Jakarta - Upaya Pelestarian Kesenian Tradisi di Tengah Era Globalisasi").

Sabtu, 01 Mei 2010

“Mencari Kebahagiaan”


Tidak ada alasan bagi manusia untuk berfilsafat,

Kecuali untuk mencapai kebahagiaan

(St. Agustinus)







Sungguh ironis, betapa pun nyamannya keadaan yang kita jalani, kita selalu punya cara untuk merasakan kesulitan-kesulitannya. Dalam kehidupan kita, kata “kebahagiaan” sering dipahami maknanya secara dangkal sebagai “sesuatu yang memberikan kita kesenangan”. Namun saya baru sekarang menyadari bahwa kebahagian sejati adalah kualitas yang bertunas dan mekar dalam proses perkembangan manusia. Kebahagiaan hampir dapat disejajarkan dengan ketegaran, yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan saat menghadapi berbagai cobaan hidup sekalipun itu berat.


Dewasa ini, semakin banyak pemikir-pemikir yang menyarankan bahwa pemulihan harus datang dari dalam diri manusia itu sendiri, bukan hanya lewat pemecahan lingkungan. Dari hal ini saya pahami bahwa pendekatan terhadap upaya memaknai kebahagiaan adalah berusaha hidup jujur, dengan integritas dan yang terpenting adalah “berdamai” dengan diri sendiri. Bagaimana menjalaninya? Yaitu dengan menyadari bahwa kita tidak dapat mengontrol semua kenyataan dalam hidup, tetapi kita dapat mengontrol sikap kita dalam menghadapi kenyataan-kenyataan itu.


Selain itu kita pun harus memerlukan peta filosofis kehidupan, yang bisa menjelaskan kita berada di mana sekarang ini, sekaligus arah perjalanan hidup kita. Langkah utama adalah mengenali diri sendiri. Filsuf Socrates mengatakan, “akan sangat menggelikan apabila saya ingin tahu tentang segala urusan orang lain, sementara saya masih tak tahu apa-apa tentang diri sendiri”. Dari hal ini membawa saya pada pengertian: Apa yang sebenarnya berlangsung dengan diri saya sendiri; Apa yang memberi kesenangan; Apa yang memperkuat saya; Apa yang melemahkan saya; Apa yang saya amati dan saya cari; Bagaimana mengendalikan hidup dan bagaimana hidup mengendalikan saya?.


Dari hal ini saya pun mencoba menghayati secara mendalam tiap momen-momen yang terdapat dalam hidup saya sebagai suatu jalan tengah sempurna, sebagai sesuatu yang indah untuk saya jalani. Dan saya meyakini bahwa segala sesuatu memiliki keindahannya, bahkan kegelapan, dan penderitaan sekalipun. Karena dari hal tersebut kita dapat belajar, apapun situasinya, di sanalah kita akan merasa tenteram.


Dan seandainya kita dapat sadari lebih jauh, seandainya kita dapat renungi lebih dalam, kita akan dapati bahwa,


Sesungguhnya kebahagiaan itu ada dalam diri kita sendiri

(R.M. Aditya Andriyanto, 2010).

Senin, 26 April 2010

Air Kendi dan Keajaibannya


Ketika itu, Prof. Dwi Marianto dosen di Pascasarjana ISI Jogjakarta pernah bercerita pada salah satu perkuliahan mengenai pertemuan "tidak sengaja"nya dengan seorang pawang hujan yang sudah berusia sangat tua, tapi tetap terlihat segar. Pak Dwi bertanya pada pawang tersebut, "Pak, apa sih rahasianya agar kita awet muda?". "Rahasianya sederhana kok pak, Pertama, minumlah air kendi setiap hari. Kedua, jangan mikir yang berat-berat, ntar cepet mati. Ketiga, anggap aja Gusti Allah itu bapakmu, jadi mintalah apa saja sama Dia".
Hal menarik di sini adalah mengenai air minum. Setiap hari, setiap makhluk hidup mengkonsumsi air, bahkan sebagian besar tubuh manusia berupa air. namun air yang seperti apa yang bagus untuk dikonsumsi?
,
Air itu juga merupakan "makhluk hidup", dan dengan kendi dia dapat bernapas. Sehingga ketika diminum, air kendi akan terasa lebih segar, adem, seperti dari mata air pegunungan dan tidak membuat kembung. Bahkan menurut orang india, air kendi memiliki prana, kata orang cina air kendi ada chi-nya. Sementara ketika air itu dikemas dalam kemasan plastik dan ter-expose matahari, air akan mati, malah dapat memicu kanker.


Kendi

Kendi adalah sejenis kriya yang terbuat dari tanah liat dengan proses pembakaran tapi tanpa menggunakan glazuur. Dengan demikian molekul yang ada pada kendi itu tidak tertutup rapat. Warna kendi biasanya kecoklatan seperti gerabah. Keistimewaan dari kendi yang tak diberi glazuur adalah zat asam (O2) dapat masuk kedalam air melalui pori-porinya (seperti kapilaritas). Seperti yang diketahui bahwa (O2) adalah zat yang paling utama untuk kelangsungan setiap macam kehidupan.

Hubungan Air Dengan Kesehatan

Air adalah pengatur suhu tubuh, peredaran darah dan masih banyak lagi kegunaannya air dalam tubuh. Apabila tubuh kita kekurangan air, maka akibatnya fatal. contohnya yang paling sering terlihat akhir-akhir ini adalah :

  • Apabila seorang penderita muntaber tidak segera ditolong, dalam hal ini musti diberi infus berupa cairan maka sering jiwanya tak dapat ditolong lagi.
  • Air juga mengatur daya lentur (elastis) kulit kita.
  • Dan tak kalah pentingnya, air dapat menghindari orang terserang radang ginjal, dengan cara banyak minum air putih
Kapan Dan Berapa Banyak Air Yang Harus Diminum

Pada waktu pagi hari setelah bangun tidur adalah waktu yang tepat untuk minum air kendi yang sudah diembunkan semalam. Disamping air menjadi sehat, air itu mengandung banyak zat asam (O2) Air kendi yang kita minum pagi-pagi baik sekali sebagai pencuci perut termasuk lambung dan usus 12 jari. Apabila usus bersih maka dinding usus dapat lebih sempurna menyerap zat-zat makanan. Akibatnya pertumbuhan sel darah akan lebih baik dan tubuh tetap sehat wal'fiat.

Air Kendi Sebagai Obat

Mengkonsumsi air kendi secara teratur dapat mengobati penyakit seperti tekanan darah tinggi, nyeri-nyeri pada otot dan tulang, sering masuk angin, sukar buang air besar, kulit mengering an keriput, nafas berbau asam lambung berlebihan(sakit maag), perut buncit, gangguan pada pankreas, gangguan pada hati, susah buang air kecil, penyakit ginjal dan pengilhatan kurang.

Cara Minum Air Kendi Untuk Penyembuhan

Pada waktu anda bangun dari kamar tidur sebelum menggosok gigi, minumlah air kendi sebanyak 6 gelas kecil. Bagi yang belum terbiasa dapat dimulai dengan minum 2 gelas saja sampai nanti terbiasa dan dapat diminum 6 gelas sekaligus. Lakukan ini 10 hari dan Anda akan merasakan khasiatnya yaitu : Badan terasa semakin sehat.

Yang biasa lari pagi, minumlah 3 gelas sebelum lari dan 3 gelas setelah lari. Pada hari pertama mang sering timbul gejala mau muntah atau berulang-ulang kali mau kebelakang. Hal ini dapat diatasi dengan setelah berlangsung 6-7 hari. Bagi para perokok yang menginginkan untuk mengurangi kebiasaanya dengan membiasakn minum air kendi di pagi hari.

Kalau anda melakukan pengobatan dengan minum air kendi maka untuk siang hari minum air dapat dilakukan seperti biasanya, hanya hindari minum kopi, teh dan minuman yang mengandung alkohol. Usahakan agar jangan minum air ketika sedang makan karena hal tersebut akan mengganggu pencernaan

Seseorang yang sehat memerlukan 8 gelas dalam sehari. Saran terkhir, pada waktu mengembunkan kendi berisi air yang matang, usahakan agar kendi bebas dibawah langit terbuka tanpa dihalangi pepohonan maupun genteng rumah. Untuk menjaga kebersihannya, mulut kendi dapat ditutup dengan kain.


Pengrajin Kendi

Selain kesegaran dan khasiat yang diperoleh ketika kita mengkonsumsi air kendi, di lain sisi hal ini akan meng"hidup"kan para pengrajin kendi lokal. Roda perekonomian masyarakat pengrajin pun juga akan bergerak lebih baik lagi, terlebih bila kita bersama-sama mensosialisasikan penggunaan kendi sebagai penyimpan air ini kepada masyarakat luas.

SEMOGA BERMANFAAT^^